Kuman 101: Mengajarkan Kebiasaan Bersih Anak Anda

Musim dingin adalah saat yang menyenangkan bagi seorang anak. Pemikiran untuk membuat malaikat salju, membangun manusia salju, dan membuka hadiah mengisi pikiran mereka. Anak-anak jarang memikirkan risiko kesehatan ekstra yang akan dibawa oleh cuaca dingin. Adalah tugas Anda untuk mengajari anak-anak Anda tentang kuman dan bagaimana penyebarannya. Mendidik anak-anak Anda akan membantu menjaga kebersihan penitipan anak Anda.

1. Bersin bahu

Menutupi mulut Anda sebelum bersin atau batuk adalah pengetahuan umum. Cara menutup mulutmu tidak. Penting untuk mengarahkan bersin atau batuk ke bahu Anda daripada menggunakan tangan Anda. Ajari anak-anak Anda bahwa kuman mudah menyebar begitu mereka sampai di tangan mereka. Minta mereka untuk memikirkan semua hal yang mereka sentuh dengan tangan mereka. Mintalah anak-anak Anda berlatih metode baru ini dengan meminta mereka berbisik ke bahu mereka.

2. Tisu wajah, teman kita

Tidak ada anak yang suka hidung meler. Ajari mereka pentingnya menggunakan tisu daripada menggunakan tangan atau pakaian mereka untuk menyeka hidung mereka. Jelaskan bahwa pilek akan menyebarkan kuman jika tidak tersangkut di jaringan. Di kelas Anda, pastikan jaringan wajah berada di tempat yang mudah dijangkau untuk anak-anak kecil. Tunjukkan di mana jaringan itu berada.

3. Cuci tangan secara teratur

Sebelum waktu makan camilan, makan siang, atau setelah menggunakan kamar kecil, minta anak-anak berbaris untuk mencuci tangan mereka. Ajari anak-anak Anda cara yang tepat untuk mencuci tangan mereka. Tempatkan tangan di bawah air hangat. Oleskan sabun dan gosokkan tangan bersama-sama selama sekitar 20 detik. Bilas tangan dengan air hangat, lalu keringkan tangan dengan handuk kertas. Jika wastafel tidak tersedia, gunakan tisu steril atau gel yang dibuat untuk anak-anak.

Mengajarkan kebiasaan ini pada anak-anak Anda akan meningkatkan kebersihan lingkungan perawatan anak Anda. Menjadi sadar adalah langkah pertama untuk anak yang bahagia dan sehat.

Mini Cooper Surabaya Bukan mobil murahan. saatnya beralih

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *